INOVASI DALAM MENEMBUS PASAR BISNIS DI ERA DIGITAL

Ahmad Wongsyah Ariqlano
Mahasiswa Program Akuntansi STIE - MBI
NIM: 22020009

Sumber : www.finance.detik.com

A.Pendahuluan

Pada era Digital seperti sekarang ini para kalangan usaha dunia dituntut untuk lebih efektif dalam menjalankan usahanya. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi batasan-batasan yang timbul antar Negara, termasuk dalam bisnis dan persaingan usaha. Setiap pelaku usaha yang bekecimpung dalam kegiatan bisnis dituntut harus bisa mengelola bisnisnya dengan baik agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lain baik dari domestik maupun asing. Dengan perkembangan dunia bisnis di Indonesia yang semakin kompetitif, pelaku usaha harus cekatan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan serta mempertahankan aktivitas dan keberadaan bisnisnya.

Bentuk pengelolaan usaha di Indonesia saat ini telah didominasi oleh teknologi berbasis digital. Telah terjadi perpindahan dari bisnis offline ke bisnis online. Pelaku usaha dituntut untuk jeli memadukan keduanya dalam upaya memasarkan produk mereka. Banyak wirausaha yang didominasi oleh kalangan milenial di Indonesia yang sukses dalam mendirikan bisnis digital, yang sering disebut start up atau usaha rintisan. Usaha berbasis digital yang mayoritas dijalankan secara online dinilai lebih ekonomis baik dari segi waktu dan modal yang dikeluarkan. Para penjual dan pembeli tidak perlu menunggu lama untuk melakukan transaksi karena semuanya dapat diakses melalui jaringan internet dan situs-situs terkait. Pada prinsipnya, peran teknologi dalam usaha di era digital adalah sebagai alat untuk mempermudah proses.

Teknologi digital mempunyai peranan penting di dalam dunia usaha terutama di bidang pemasaran. Peranan teknologi dalam bidang pemasaran, yaitu menunjang kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan dan ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa kepada pembeli. Selain di bidang pemasaran, teknologi juga berperan dalam rangka pengelolaan jaringan, sistem tagihan, persediaan, dan berbagai aplikasi lain yang terkait dengan kegiatan operasi serta sistem keuangan, personalia, dan beragam aplikasi lain yang terkait dengan manajemen.

B.Pengertian

1. Inovasi

Kata inovasi berasal dari bahasa inggris innovation berarti perubahan. Inovasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kegiatan atau pemikiran manusia untuk menemukan sesuatu yang baru yang berkaitan dengan input,proses, dan output, serta dapat memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Inovasi yang berkaitan dengan input diartikan sebagai pola-pola pemikiran atau ide manusia yang disumbangkan pada temuan baru.

Menurut Arman dan Hermawan (2018: 3) pengertian inovasi adalah kelanjutan dari penemuan (invention) dan kegiatan inovasi merupakan penciptaan nilai (creation of value) yang melibatkan peningkatan teknologi.

Sedangkan menurut Rusdiana (dalam Harsoyo dkk 2020: 21) inovasi adalah Penerapan secara praktis ide kreatif. Inovasi dapat diwujudkan dengan adanya kreativitas yang cukup tinggi.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah penerapan dari penemuan ide kreatif yang dilakukan secara praktis dan kegiatan inovasi merupakan penciptaan nilai yang melibatkan peningkatan teknologi.

2. Bisnis

Bisnis menurut Griffin dan Ebert (dalam Rudi 2014) merupakan aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.

Sedangkan menurut Stenford (dalam Agita 2019) Bisnis adalah semua kegiatan yang terlibat dalam menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang-orang.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, ditarik kesimpulan bahwa bisnis adalah aktifitas yang terlibat dalam menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh orang-orang. 

3. Inovasi bisnis

Inovasi bisnis adalah proses penerapan ide-ide baru, kreativitas, dan gagasan segar terkait peningkatan produk atau layanan dari suatu brand (Devani: 2021).

Menurut Raconteur (dalam Medina 2022) inovasi bisnis adalah ketika sebuah perusahaan memperkenalkan proses, layanan, atau produk baru yang dapat membawa perubahan positif bagi keberlangsungannya.

Dari pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa proses penerapan ide-ide baru terkait peningkatan produk, layanan, atau produk baru dari suatu brand yang membawa perubahan positif bagi keberlangsungannya.

4. Bisnis digital

Menurut Hamzah (dalam Rifqiyani 2021), bisnis digital merupakan bisnis yang memanfaatkan dan menggunakan gadget, seperti handphone dengan  bantuan  dari  jaringan  internet.

Sementara menurut Reggi (2022) Bisnis digital adalah sebuah proses di mana pebisnis memanfaatkan atau menggunakan teknologi ke dalam bisnisnya untuk menciptakan inovasi dan model bisnis yang dapat meningkatkan user experience.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa bisnis digital adalah proses yang dilakukan pebisnis dalam memanfaatkan atau menggunakan teknologi gadget dengan bantuan internet ke dalam bisnisnya untuk menciptakan inovasi dan model bisnis yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna atau user experience.

C.Tujuan inovasi bisnis di era digital

Tujuan inovasi dalam bisnis menurut Devani (2021) adalah sebagai berikut:

1. Menjaga Keutuhan Bisnis

Banyak brand yang berhenti berinovasi dan mereka tenggelam begitu saja di dalam persaingan pasar yang pesat. Inovasi berarti terus mencari ide dan pembaharuan agar bisnis kamu sesuai dengan pasar dan kebutuhan konsumen.

2. Menjadikan Bisnis Unggul dari Kompetitor

Berinovasi untuk memproduksi atau menyediakan produk/jasa yang lebih baik dari kompetitor atau setidaknya sama levelnya dengan kompetitor. Menjadikan brand kamu tetap diperhitungkan di ranah bisnis tersebut.

 

3. Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Brand kamu tidak akan menonjol dan dilirik oleh konsumen bila tidak ada peningkatan kualitas produk/jasa atau ide-ide terbaru. Inovasi dalam bisnis juga salah satu cara untuk mempertahankan konsumen dan menjangkau calon konsumen baru agar tertarik dengan produk brand kamu.

 

4. Mengakomodir Karyawan

Karyawan terutama kalangan milenial dan Gen Z sangat kompetitif. Mereka ingin berkarya dan bekerja di perusahaan yang mampu menampung ide-ide dan gebrakan baru mereka yang diyakini berpotensi memiliki masa depan cerah. Karyawan yang passionate juga merasa tertantang dan bersemangat untuk memecahkan masalah, membuat strategi, dan mencapai tujuan perusahaan.

 

5. Meningkatkan Brand Awareness

Konsumen cenderung lebih suka pada brand yang terkenal karena inovasi dan kesadaran sosial. Terlebih lagi inovasi paling kuat bisa dilihat dari strategi pemasaran yang menarik sehingga membuat konsumen penasaran dan lebih mengenal brand kamu.

 

6. Memecahkan Masalah

   Salah satu tujuan untuk melakukan inovasi adalah untuk memahami masalah dan menemukan cara memecahkan masalah itu dengan efektif. Misalnya, belajar cara efisien untuk strategi pemasaran yang baru atau menjangkau target konsumen yang lebih luas.


D.Manfaat inovasi bisnis di era digital

 

Menurut Amelia (2022) manfaat dari inovasi bisnis adalah sebagai berikut:

 

1. Menciptakan Efisiensi

Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan bisa menciptakan efisiensi. Misalnya, dalam proses produksi sehingga lebih cepat dan hasilnya jauh lebih banyak. Dengan begitu, perusahaan akan lebih mampu untuk memenuhi permintaan pelanggan di pasar. Selain bisa menghemat waktu, proses produksi yang lebih efisien juga bisa menekan budget perusahaan.

 

2. Lebih Relevan dengan Zaman

Manfaat inovasi sebuah perusahaan juga bisa membantu mereka menjadi lebih relevan dengan zaman. Zaman akan terus mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi. Ketika berinovasi, maka perusahaan akan lebih sesuai dengan kondisi yang ada di industri.

 

3. Tampil Beda dari Pesaing

Dengan inovasi, perusahaan juga bisa terlihat lebih menonjol dari pesaing. Sebab, cara yang dilakukan baru dan tampak berbeda daripada kompetitor. Tentu saja, hal ini bisa menjadi nilai plus. Semakin banyak inovasi yang dlakukan, akan semakin unik di mata pelanggan dan kompetitor. Perusahaan akan lebih mampu untuk bersaing. Bahkan, bisa dinilai terdepan dibanding perusahaan lain di bidang serupa. Bisnis yang melakukan inovasi dan sadar dengan kondisi sosial juga biasanya memiliki citra merek yang lebih positif di mata pelanggan.

 

4. Perusahaan Lebih Berkembang

Manfaat inovasi bisnis berikutnya, yakni membantu perusahaan  untuk tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. Ketika perusahaan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, jangkauan pasar akan lebih luas dan penjualan mereka bisa lebih banyak. Tanpa fleksibilitas, perusahaan akan tertinggal oleh kompetitor yang lebih maju dan mereka bisa lebih sulit untuk tumbuh. Bukan tidak mungkin juga bagi bisnis untuk ditinggalkan oleh pelanggannya karena dinilai tidak relevan tanpa inovasi.

 

5. Tingkatkan Penjualan dan Pendapatan

Inovasi juga membuat produk atau layanan lebih relevan dengan pelanggan sehingga membuat mereka semakin tertarik untuk membeli. Pada akhirnya, pendapatan bisnis kamu pun meningkat seiring tingginya jumlah penjualan.

 

6. Meningkatkan Posisi Pasar

  Inovasi bisnis bisa membantu perusahaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi di pasar. Memanfaatkan peluang dengan lebih cepat dibanding pesaing. Pada akhirnya, posisi perusahaan di pasar jauh lebih unggul daripada kompetitor.


E.Dampak dari inovasi dalam bisnis digital bagi kemajuan sebuah negara

 

 Dilansir dari website www.dosenpendidikan.co.id (2022) dampak dari perkembangan atau inovasi teknologi bagi kemajuan atau perekonomian negara adalah sebagai berikut:

  1. Dampak Positif:

a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.

b.Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.

c. Kemajauan ekonomi dalam bidang kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.

d.Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.

e. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.

f.Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan waktu.

g.Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribus.

h.Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak

i. Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah.

j.Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan.

2.    Dampak Negatif:

a.Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.

b.Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar

c.Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya terjadi kasus penipuan dalam perdagangan online.

d.Karena sifatnya yang langsung (real time), cara belanja dengan menggunakn kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internetpun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka daptkan untuk melakukan kejahatan

e. Cybercrime: Cybercrime adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya. Perbuatan ini dilakukan secara ilegal yang menyebabkan kerugian yang sangat besar. Contohnya mencoba masuk ke jaringan dengan masuk mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan

f.  Hacking: Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan. Seperti hacking pada facebook yang sering terjadi sebagai sarana untuk jual beli online sehingga menimbulkan kerugian bagi penjual ataupun pembeli

g. Cracking: Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan pada jaringan tersebut. Dalam dunia bisnis online hal ini menimbulkan kerugian yang besar.

h. Kekekrasan dan Gore. Kekejaman dan kesadisan juga ditampilkan dalam dunia bisnis internet. Karena segi bisnis dan isi di internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara untuk dapat menjual situs mereka, salah satunya dengan menunjukkan hal-hal yang tabu.

i. Saling menghujat di media sosial karena pengambilan foto-foto testimony ataupun foto-foto produk yang dijual tanpa izin.

F.Penyebab terhambatnya inovasi dalam bisnis digital pada sebuah negara

 

Penyebab terhambatnya inovasi dalam bisnis pada sebuah negara menurut Agus (2019) adalah sebagai berikut:

1. Masalah Keamanan

Hal-hal baru terasa menakutkan karena sering membawa kerentanan baru. Tetapi keamanan bukan tidak bisa dipecahkan – itu hanya elemen penting lainnya untuk diperbaiki.

 

2. Waktu dan Sumber Daya Terbatas

Tidak ada perusahaan yang merasa punya cukup waktu atau orang untuk melakukan pekerjaan, jadi jangan biarkan itu menjadi alasan Anda. Anda harus mengukir waktu untuk inovasi – itu tidak akan terjadi begitu saja.

 

3. Anggaran Terbatas atau Tidak Sama Sekali

Uang bisa menjadi lebih sulit untuk dilewati karena orang yang memegang dompet cenderung menginginkan taruhan yang aman, dan ide-ide inovatif, menurut definisi, tidak terbukti.

 

4. Kurangnya Keahlian

Jauh lebih mudah untuk berinovasi jika Anda memiliki orang yang tahu cara melakukan hal-hal baru daripada terus-menerus mencampur cara-cara lama.

 

5. Penerimaan atau Adopsi Pengguna

Bahkan jika seorang pemimpin menerobos semua hambatan lain, mereka masih perlu meyakinkan pelanggan Anda untuk mengambil keuntungan dari hal baru. Karena inovasi tidak berhenti saat diluncurkan.


G.Kenapa inovasi dalam bisnis digital menjadi indikator atau petunjuk kemajuan ekonomi   bisnis sebuah negara?

 

Inovasi dalam bisnis digital sangat berpengaruh untuk kemajuan ekonomi bisnis sebuah negara contohnya di negara kita Indonesia. Seperti kita ketahui tahun 2020, ekonomi digital menyumbang 4 persen dari produk domestik bruto. Saat ini, PDB Indonesia mencapai Rp15.400 triliun dan meningkat menjadi Rp24.000 triliun pada 2030. Dari jumlah tersebut, ekonomi digital diperkirakan melesat delapan kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun (Kepala Biro Humas Kemensetneg 2021).

 

   Sehingga bisnis digital dapat menjadi indikator petunjuk kemajuan ekonomi bisnis suatu negara.

H.Bagaimana upaya pemerintah meningkatkan daya inovasi dalam bisnis digital saat ini?

   Dalam menyikapi inovasi bisnis digital saat ini pemerintah juga berperan untuk meningkatkan inovasi bisnis berbasis digital. Menurut Kepala Biro Humas Kemensetneg (2021) Pemerintah juga sudah merilis Undang-Undang (UU) No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Regulasi ini menjadi terobosan dalam menciptakan struktur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta mereformasi beberapa regulasi terdahulu yang berpotensi menghambat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

    Melalui UU No. 11/2020 ini, Pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja, mengatur kembali mekanisme perizinan bisnis melalui Online Single Submission (OSS), menguatkan UMKM, Perubahan ini hendaknya dapat menjadi momentum membawa transformasi akselerasi digitalisasi UMKM agar lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan.

   Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Berry Warjiyo (dalam Detik Finane 2021) mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah bersama dalam rangka akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional lewat percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

   Langkah tersebut, di antaranya mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS), mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), serta menyiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel sebagai ganti dari Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi. Selain itu, mendorong digitalisasi perbankan lewat standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API), serta mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

I.Contoh studi kasus era disruption dalam bisnis digital.

Selama era disruption bisnis digital yang terjadi beberapa tahun terakhir, para peneliti dan penulis telah melakukan penelitian dan studi kasus mengenai era disruption contohnya adalah sebagai berikut :

1. George dan Elvia (2020) dalam Jurnal Aset (Akuntansi Riset), 12 (1) Universitas Indonesia yang berjudul “Analisa dan Evaluasi Disrupsi Teknologi Dalam Operasional Bisnis dan Pengaruhnya Terhadap Penetapan Harga pada UMKM Perdagangan Tekstil” dan mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:

a. Sebagian besar UMKM di Bidang Perdagangan Tekstil mengalami kondisi ketidakpastian pasar seiring perkembangan teknologi secara pesat saat ini. Kondisi ketidakpastian pasar ini memicu munculnya biaya-biaya tambahan lainnya yang tak dapat terhindarkan sehingga para pelaku usaha berupaya memindahkan biaya tambahan ini kepada konsumen melalui kenaikan harga. Kenaikan harga yang ditetapkan berdampak pada penurunan penjualan rata-rata pelaku bisnis setiap minggu.

 

b. Dampak gangguan dalam rantai pasokan terhadap penetapan harga pada UMKM bidang perdagangan tekstil dapat diketahui bahwa semua UMKM terdampak secara negatif. Hal ini dapat terlihat di mana gangguan dalam siklus rantai pasokan khususnya di era disruption technology saat ini seperti perubahan dalam sistem moda transportasi logistik berbasis online dan maintenance sistem e-commerce menyebabkan penetapan harga menjadi kurang akurat sehingga berdampak pada berkurangnya produktivitas penjualan.

 

c. Hambatan yang terjadi pada saat menentukan atau menerapkan strategi penetapan harga yaitu ketidaksiapan para pelaku usaha itu sendiri untuk menarik loyalitas pelanggan melalui penawaran seperti membership atau point reward. Para pelaku usaha mengganggap strategi penetapan harga tidak akan memberikan keuntungan bagi usahanya untuk jangka pendek. Secara keseluruhan, dampak dari teknologi gangguan ini akan menghasilkan pengambilan keputusan yang salah oleh pelaku bisnis dalam pemecahan masalah terkait penetapan harga produk mereka dan juga hilangnya permintaan konsumen yang tidak dapat diakomodasi oleh pelaku bisnis. Hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup perdagangan tekstil UMKM yang mempengaruhi perekonomian secara makro.

d.Penelitian ini menemukan bahwa UMKM tidak memiliki strategi penetapan harga yang dapat diandalkan untuk menjaga volume penjualan tanpa membebankan biaya tambahan secara keseluruhan pada konsumen. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi penetapan harga yang dapat diterapkan dan sesuai dengan tujuan perusahaan khususnya dalam bersaing dengan bisnis sejenis lainnya di pangsa pasar industri perdagangan tekstil untuk mempertahankan kelangsungan usaha perusahaan dan juga mengetahui hambatan yang mereka hadapi ketika menentukan strategi penetapan harga.

2. Annisa dan Subiyantoro (2022) dalam Jurnal Edusience Vol. 9. No. 2. UIN Sunan Kalijaga yang berjudul “PELUANG DAN TANTANGAN: (BISNIS DI ERA DISRUPSI INDUSTRI)” dan mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:

a.Era disrupsi industri merupakan kondisi yang terjadi karena adanya perubahan yang fundamental diberbagai sektor kehidupan. Kehadirannya dapat dilihat melalui realita kehidupan kini, segala jenis pekerjaan yang biasa dilakukan manuisa kini digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi dan informasi juga menjadi dampak dari hadirnya era disrupsi industri. Kecanggihan teknologi dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. lebih efektif dan lebih efesien. Namun tak hanya sekedar dampak positif, dampak negatif juga mengancam hilangnya pekerjaan untuk manusia secara besarbesaran karena telah digantikan oleh mesin. Oleh karena itu diperlukannya strategi bagi para pelaku industri untuk menghadapinya, diantaranya yaitu: Trend Watching; Research, Risk Management, Inovation, Switching, Partnership, Change Management.

J.Daftar Pustaka

Arman, Hermawan. 2018. Inovasi. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Harsoyo, dkk. 2020. Kreativitas Dan Inovasi Dalam Berwirausaha. Jurnal Usaha (Unit Kewirausahaan) Univesitas Indraprasta PGRI.

Rudi. 2014. Analisis Kelayakan Bisnis Es Bang Joe Di Purwokerto, Skripsi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Natalia. 2019. “Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli yang Harus Kamu Tau” www.ajaib.co.id diakses pada Minggu, 09 Oktober 2022. https://ajaib.co.id/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli-yang-harus-kamu-tau/

Medina. 2022. “Inovasi Bisnis: Apa Itu, Mengapa Penting, Jenis-jenisnya” www.glints.com diakses pada Minggu, 09 Oktober 2022. https://glints.com/id/lowongan/inovasi-bisnis-adalah/.

Devani. 2021. “Inovasi Bisnis: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Tips” www.tokotalk.com diakses pada Senin, 10 Oktober 2022. https://www.tokotalk.com/blog/inovasi-bisnis/

Rifqiyani. 2021. Bisnis Digital:Studi KasusPenggunaan VTube, Jempol Preneur, dan Goinsdi Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Emik Volume 4 Nomor 1. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Ramadhana, R. 2022. Model Bisnis Digital. https://doi.org/10.31219/osf.io/qytkw diakses pada Senin 10 Oktober 2022.

Amelia. 2022. “Jenis-jenis dan Manfaat Inovasi Bisnis, Penting!”. www.store.sirclo.com diakses pada Senin 10 Oktober 2022. https://store.sirclo.com/blog/inovasi-bisnis/

Agus. 2019. “Lima Hambatan yang Sering Terjadi dalam Berinovasi”. https://wartaekonomi.co.id diakses pada Senin 10 Oktober 2022. https://wartaekonomi.co.id/read228868/lima-hambatan-yang-sering-terjadi-dalam berinovasi

Eddy. 2021. “Akselerasi Transformasi Digital dan Pemulihan Ekonomi”. www.setneg.go.id diaksespada Senin 10 Oktober 2022. https://www.setneg.go.id/baca/index/akselerasi_transformasi_digital_dan_pemulihan_ekonomi

Jihaan. 2021 “Ini Strategi Pemerintah Kembangkan Ekonomi Keuangan Digital” www.finance.detik.com diakses pada Senin 10 Oktober 2022. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5520894/ini-strategi-pemerintah-kembangkan-ekonomi-keuangan-digital.

George, Elvia. 2021. “Analisa dan Evaluasi Disrupsi Teknologi Dalam Operasional Bisnis dan Pengaruhnya Terhadap Penetapan Harga pada UMKM Perdagangan Tekstil”. Jurnal Aset (Akuntansi Aset) 12 (1). Universitas Indonesia. Depok

 Annisa, Subiyantoro. 2022. “PELUANG DAN TANTANGAN: (BISNIS DI ERA DISRUPSI INDUSTRI)”. Jurnal Edusience Vol.9. No. 2. UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

Komentar